Kamis, 07 Mei 2020

Alif Putra Rinidji

Ada UMKM yang mengalihkan karyawan ke bisnis apotek. Ada yang andalkan fitur di e-commerce dan aplikasi guna tingkatkan transaksi meski ada pandemi corona.
INDUSTRI KERAJINAN CENDERA MATA TERPURUK
ILUSTRASI, PEKERJA MENYELESAIKAN PEMBUATAN GANTUNGAN KUNCI DI SENTRA UMKM (USAHA MIKRO, KECIL, MENENGAH) INDUSTRI KERAJINAN CENDERA MATA RUMAHAN DESA PUCANG, SECANG MAGELANG, JAWA TENGAH, MINGGU (22/3/2020). ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN/FOC.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang terdampak pandemi corona. Kendati begitu, ada empat pelaku UMKM yang menerapkan strategi khusus agar dapat bertahan di tengah wabah virus corona.
Yang pertama, pemilik apotek E-Medica Ratno Sanjoko. Beberapa usahanya, terutama yang bergerak di bidang jasa, sangat terpukul akibat pandemi Covid-19. “Memang selama pandemi ini beberapa usaha saya harus tutup sementara. Tapi hal tersebut tidak mematahkan semangat saya,” kata dia dalam siaran pers, Senin (20/4).
Ia memahami bahwa bisnis apotek lebih menjanjikan di tengah pandemi. Transaksi di apotek yang terletak di Surabaya Barat tersebut melonjak 60% selama pandemi virus corona. Produk yang penjualannya meningkat drastis seperti suplemen, masker, vitamin dan hand sanitizer.
“Para karyawan saya perbantukan di apotek,” ujar Ratno. Ia bahkan menambah jumlah tenaga kerja lepas di apotek, karena pegawai kewalahan akibat tingginya permintaan.
Penjualan produk kesehatan tersebut utamanya disokong pemesanan melalui platform atau online. “Biasanya pesanan melalui GrabExpress cuma tiga kali sehari, tetapi sekarang bisa hampir setiap jam,” kata dia.

httpid.cdn.ampproject.org/v/s/katadata.co.id/amp/berita/2020/04/20/siasat-empat-umkm-bertahan-di-tengah-pandemi-corona?amp_js_v=a3&amp_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#aoh=15888526990181&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fkatadata.co.id%2Fberita%2F2020%2F04%2F20%2Fsiasat-empat-umkm-bertahan-di-tengah-pandemi-corona